Tentang Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)

Pertumbuhan ekonomi Banjarmasin yang tinggi dan berkesinambungan dapat dicapai melalui stabilitas harga barang dan jasa, yang tercermin dalam tingkat inflasi Kota Banjarmasin. Dalam kaitan ini, upaya mengawal tingkat inflasi Kota Banjarmasin dalam level yang rendah dan stabil menjadi sangat penting. Namun, adanya kenyataan bahwa aktivitas kegiatan ekonomi di daerah masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar seperti rendahnya konektivitas dan efisiensi sistem logistik, tingginya ketergantungan produktivitas pangan pada faktor cuaca, serta struktur pasar yang terdistorsi merupakan tantangan terbesar bagi terjaganya stabilitas harga.

Implikasi dari adanya berbagai persoalan tersebut di atas ialah bahwa upaya pencapaian sasaran inflasi memerlukan koordinasi kebijakan yang solid antara kebijakan moneter, fiskal dan sektoral — termasuk kebijakan Pemerintah Daerah — melalui wadah Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) di tingkat pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat daerah.

TPID Kota Banjarmasin terbentuk melalui SK Walikota No. 83 tahun 2012 tanggal 2 Februari 2012. TPID memiliki tugas melakukan evaluasi, pemantauan dan pengendalian terhadap sumber dan potensi tekanan inflasi daerah serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk mendorong sasaran inflasi nasional kepada pemerintah pusat dan Bank Indonesia. Ruang lingkup tugas Tim Pengendali Inflasi Daerah mencakup pengendalian harga terhadap beberapa komoditas yang termasuk dalam bahan kebutuhan pokok masyarakat dan beberapa komoditas penting lainnya yang memiliki bobot dominan dalam sub kelompok barang/jasa.